Rabu, 09 Mei 2018

CONTOH ADM PENGORGANISASIAN KEGIATAN DI TINGKAT BPP

  CONTOH ADM PENGORGANISASIAN KEGIATAN DI TINGKAT BPP
Balai Penyuluhan merupakan unit pelaksana teknis penyuluhan dari Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten/Kota yang mempunyai struktur dan bagan organisasi sebagai berikut:
a. Pimpinan Balai/ Koordinator;
b. Urusan Ketata Usahaan;
c. Kelompok Jabatan Fungsional:
1)       Penyuluh yang menangani urusan Programa;
2)       Penyuluh yang menangani divisi Sumber Daya dan pelatihan;
3)       Penyuluh yang menangani urusan Supervisi.
4)       Penyuluh yang menangani divisi Agribisnis/Kaji terap
Berikut ini merupakan contoh struktur organisasi di Bala Penyuluhan pertanian sesuai dengan Permentan no.26/2012 :



Pimpinan Balai adalah pejabat yang berlatar belakang penyuluhan atau berasal dari pejabat fungsional penyuluh.
Urusan ketata usahaan dapat ditangani oleh pejabat fungsional atau fungsional umum.
Sedangkan urusan programa, sumber daya dan supervisi dalam kelompok jabatan fungsional ditetapkan oleh pimpinan balai dengan memperhatikan potensi wilayah (komoditas dominan dan unggulan) balai yang bersangkutan. Bagi Balai Penyuluhan yang jumlah penyuluhnya terbatas maka penyuluh dalam kelompok jabatan fungsional tetap ditugaskan untuk menangani wilayah kerja penyuluh di desa.
Di BPP terdapat beberapa Petugas Penyuluh Lapang (PPL), baik itu Penyuluh PNS maupun Tenaga Harian Lepas (THL) .Tugas seorang penyuluh di sini yaitu melaksanakan programa penyuluhan pertanian yang telah disesuaikan dengan kebutuhan petani dan menjalin kerjasama dengan petani. Wilayah Binaan di suatu BPP membawahi beberapa kelompok tani. Kelompok-kelompok tani inilah yang menjadi bimbingan para PPL yang terdapat di BPP tersebut.
Bentuk organisasi di BPP tergolong campuran antara hubungan struktural dan fungsional. Hubungan struktural nampak dari adanya pembagian kerja menurut struktur yang telah ditetapkan, sedangkan fungsional nampak adanya peran dari penyuluh dan THL yang berfungsi memberikan pendampingan bagi para kelompok tani.

a.    Fungsi Koordinator/ Pengelola BPP :
1)    Penanggungjawab operasional kegiatan BPP.
2)    Mengkoordinasi antar penyuluh
3)    Penyusun programa Penyuluhan Pertanian (PP) dan Rencana Kegiatan Penyuluhan Pertanian (RKPP) di Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP)
4)    Membantu mengendalikan pelaksanaan kegiatan pertanian di WKPP
5)    Pelaksanaan monitoring dan evaluasi.
b.    Fungsi dan tugas pokok TU
-       Mengurusi surat menyurat dan ketenaga kerjaan
c.    Fungsi dan tugas pokok Divisi Agribisnis/ Kaji Terap
Melayani di lapang, kaji dan penerapan spesifikasi lokasi.
d.    Fungsi dan tugas pokok Divisi Pelatihan/ Evaluasi
-       Mengadakan pelatihan/ training kepada petani
-       Mengadakan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan
e.    Penyuluh WKPP memiliki wilayah binaan gapoktan di satu atau beberapa Desa
f.     POPT tidak barada dalam lini dibawah kord.Penyuluh akan tetapi memiliki hubungan dengan strktur BPP

Struktur organisasi BPP Palur adalah tertutup, maksudnya dalam pengangkatan petugas penyuluhan ditetapkan berdasarkan pengangkatan dari pemerintah pusat (SK).

Senin, 11 April 2016

ANALISIS USAHA DIVERSIFIKASI UBI JALAR

A.    LATAR BELAKANG
Akhir-akhir ini banyak isu aka ketahanan pangan di Indonesia terutama pada komoditas padi yang membuat masyarakat ketergantungan. Pangan pokok tergantung pada beras, hal ini rawan tehadap kecukupan pangan.karbohidrat. potensi pangan lokal seperti umbumbian menjadi peluang alternatif sumber karbohidrat diantaranya ubi jalar (Ipomoea batatas).
Ubi jalar segar dapt dibuat tepung ubi jalar. Pengolahan ubi jalar menjadi teung mudah dillakukan oleh petani dengan mneggunakan peralatan sederhana. Dengan teknologi pembuatan tepung ini selanjutnya tepung dapat diolah menjadi berbagai macam produk.


B.     MANFAAT
Kelebihan ubi jalar menjadi tepung antara lain :
1.      Tepung ubi jalar dapat dibuat berbagai macam produk olahan untuk memperbaiki penampilan dan memberikan citarasa
2.      Sebagai bahan substitusi terigu dalam pengolahan berbagai produk kue kering aupun basah
3.      Lebih tahan disimpan, sewaku-waktu digunakan sebagai bahan baku industri
4.      Memberi nilai tambah pendapatan bagi produsen dan menciptakan industri di pedesaan serta meningkatkan mutu produk.

C.     KANDUNGAN GIZI TEPUNG UBI JALAR


D.    PROSEDUR PEMBUATAN
a.       Teknologi sawut dan tepung ubi jalar
Bahan :
-          Ubi jalar segar
-          Larutan cuka 5%
-          Air
-          Kantong plastik
Alat :
-          Pisau
-          Alat sawut
-          Alat penepung
Cara Membuat :
1.      Pengupasan dan pencucian
Kulit ubi jalar dihilangkan dan langsung dicuci untuk menghilanglkan kototran tanah yang menempel pada umbi.
2.      Penyawutan dan perendaman
Ubi jalar disawut dengan menggunakan alat sawut dan sawut langsung direndam kedalam larutan cuka 5% selama 30 menit (mencegah pencoklatan sawut), kemudian sawut ditiriskan.
3.      Pengeringan
Pengeringan sawut dapat dilakukan dengan sinar matahari maupun dengan menggunakan alat pengering. Jika pengeringan dilakukan dengan sinar matahari (1-2 hari) atau hingga sawut dapat dipatahkan dengan jari.
4.      Penepungan
Sawut kering menjadi ubi jalar dengan alat penepung
5.      Penyimpanan

Sawut ataupun tepung ubi jalar dapat digunakan atau disimpan. Apabila disimpan dikemas dalam kantung plastik dengan ketebalan 0.8 mm. Penyimpanan sebaiknya dalam bentuk sawut kering karena tahan disimpan sekitar 6 bulan, sedangkan apabila disimpan dalam bentuk tepung hanya 2-3 bulan.

b. Diagram alur pembuatan tepung ubi jalar


c.     Pembuatan kue kacang menggunakan tepung ubi jalar

Bahan :
-          100 g mentega
-          100 g gula halus
-          1 butir kuning telur
-          100 g kacang tanah sangrai cincang
-          150 g tepung ubi jalar
-          1 sdt bubuk spekuk
-          ¼ sdt garam
Alat :
-          Oven
-          Cetakan kue
-          Loyang
-          Mixer
-          Kompor
-          Baskom
-          Timbangan
-          Pengaduk
Cara Membuat :
-          Kocok mentega dan gula halus hingga lembut, masukkan kuning telur sambil terus dikocok hingga rata
-          Masukkan kacang cincang dan tepung sambil diaduk rata
-          Cetak adonan dengan cetakan diatas loyang dan panggang dalam oven dengan suhu 160°C selama 30-40 menit hingga matang berwarna kuning kecoklatan. Angkat dan biarkan dingin
-          Simpan dalam toples, tutup rapat.



A.    ANALISA USAHA
1. Analisis usaha Pembuatan Tepung Ubi Jalar
No
Bahan/kegiatan
Volume
Harga satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
1
Ubi jalar segar
30 kg
1.200
36.000
2
Alat penyawut dapat digunakan ±10 th
1/3650
250.000
68
3
Tenaga
1 HOK
10.000
10.000

Jumlah
46.068

Rendemen tepung 20%, jadi 30 kg ubi jalar segar menjadi 6 kg tepung.
Harga 1 kg tepung = Rp. 8,500
Penerimaan : produksi tepung 6kg x Rp. 8,500 = Rp. 51.000
Pendapatan : Penerimaan – Total Cost = Rp. 4.932
B/C ratio : Penerimaan / Total Produksi = 1.10


2. Analisis usaha Pembuatan Kue Kacang menggunakan tepung Ubijalar untuk 100 resep
No
Komponen
Volume
Harga Satuan (Rp)
Jumlah Harga (Rp)
I
Biaya Tetap
Modal awal





630.000

Jumlah
630.000
1.

2.
Umur ekonomis alat 4 th
Biaya penyusutan (2 hari)
Bunga bank 18%/th untuk produksi 2 hari bunga bank dihitung 1 bln
1/730

1.5%
630.000

630.000
863

9.450

Jumlah (a)
10.313
II
Biaya Tidak tetap (b)


423.00

Total Biaya (a+b)
433.613
III
Asumsi Produksi
(asumsi rendemen kue kacang 86,63%) dan setiap resep ±505 g
100 resep
100 x 86,63% x 505 g = 43.748 g
          = 43,75 kg

IV
Penerimaan
(Harga Jual Rp 22.000/kg)
43,75 kg
22.000
962.456
V
Pendapatan


528.842

B/C


1.21

BEP
± 19.7 kg kue atau 45 resep





B.     PENUTUP
Pembuatan tepung ubi jalar sebanyak 30 kg ubi jalar segar menghasilkan tepung 6 kg akan memberikan keuntungan Rp. 4,932 dengan total biaya yang dikeluarkan sebanyak Rp.46.068
Pembuatan kue kacang ubi jalar sebanyak 100 resep akan memberikan keuntungan sebesar Rp. 528.842 dengan total biaya yang dikeluarkan sebanyak Rp. 433.613. titik impas produk pada 45 resep.

Jumat, 06 Maret 2015

Contoh Proposal Usaha Mikro Pupuk Organik Cair (POC)

1.      LATAR BELAKANG
Saat ini masyarakat terutamaa golongan kelas menegah ke atas semakin peduli akan pentingnya kualitas produk. Pertanian organik yang terbebas dari berbagai residu kimia dari pipik dan pestisida mulai disadari akan bahaya yang mengancam dalam jangka waktu lama.
Pupuk organik mulai digandrungi petani, karena selain dapat meningkatkan produksi usaha tani juga dinilai lebih ramah lingkungan. Adapun pupuk organik yang siap pakai masih tergolong sedikit jumlahnya di pasaran, selain itu harganya pun relatif cukup mahal.
Oleh sebab itu, saya berkeinginan untuk membuka usaha pupuk organik cair yang ramah lingkungan.

2.      VISI DAN MISI
Visi      :
“Menjadi produsen pupuk organik unggul di Indonesia yang miliki daya saing di nasional dan internasional.”
Misi     :
·         Menjaga kualitas produk
·         Berinovasi dalam menghasilkan berbagai produk pupuk organik cair
·         Memperluas dalam sektor pemasaran dengan berlandaskan produk yang ramah lingkungan, kemasan yang menarik dan harga yang ekonomis.
 
Blogger Templates